YANG PALING DEKAT

YANG PALING DEKAT

YANG PALING DEKAT
Rizal De Loesie

Yang terdekat hanyalah kematian
Kembali ke tanah tempat bermuasal
Betapa langkah-langkah mengatur jarak
Sebenar jarak hanyalah sedetak nafas

Segala ambisi yang membakar nurani
Mempertontonkan benih kemunafikan,
Di atas doa-doa orang lemah

Masih terlalu banyak kekeruhan air yang kita minum
Masih ada rezki makhluk lain di piring makan kita
Menyisih rasa iba, mengungkung rasa cangung
Menghimpit rasa malu

Sudah amat biasa,
Beratus-ratus cara diciptakan dari mimpi-mimpi
Yang mempercayai segalanya harus dimiliki
Namun, tuhan akan selalu menguji
Suatu nanti, kita di atas bara yang kita tiup sendiri

Yang paling dekat,
Hanyalah kematian
Saatnya kembali semua diperlakukan sama
Tak ada lagi harta, pangkat dan kedudukan
yang membawa rasa takut kehilangan dari pada kepada tuhan

Langit menipis, awan tersisih
Kasih sayang mengambang mencari ilalang
Yang masih mendendangkan suara angin
Dari rasa ingin yang tak pernah hilang

Ketika matahari surut antara reranting,
Daunan berguguguran seperti nafas-nafas yang lepas
Jatuh ke tanah.
Lalu angin malam dan kerlip bintang perlahan akan lupa
Setelah ucapan belasungkawa

Bandung, 2021

Bagaimana pendapat anda?

%d bloggers like this: