Author: Arwan Syahputra

Mahasiswa

Mahasiswa

Sajak Bingung “Mati Enggan, Hidup Bukan Pilihan” Suara lonceng gereja tak terdengar kuat Suara-suara perut keroncongan lebih besar… Suara adzan tak syahdu biasanya.. Suara babak belur terhakimi manusia lebih dahsyat… Suara yang mana lagi? Perut kempes, badan terikat Bagaimana khusyuk dalam ibadah? Perintah ini dari Tuhan katanya, Tapi dijelaskan bukan dengan nilai keadilan. Sifat Maha …

+ Read More

YANG PALING DEKAT

YANG PALING DEKAT

YANG PALING DEKAT Rizal De Loesie Yang terdekat hanyalah kematian Kembali ke tanah tempat bermuasal Betapa langkah-langkah mengatur jarak Sebenar jarak hanyalah sedetak nafas Segala ambisi yang membakar nurani Mempertontonkan benih kemunafikan, Di atas doa-doa orang lemah Masih terlalu banyak kekeruhan air yang kita minum Masih ada rezki makhluk lain di piring makan kita Menyisih …

+ Read More

Menyeringai

Menyeringai

Sebagaimana aku dulu sebelum memelukmu sebegitu dalam Aku melampiaskan semua hasrat sekedar untuk mendekatkan Dianggap tak punya hati? selalu kudengar dari manusia yang tak mengutamakan logika Ini bukan sekedar diksi untuk sosokmu yang mungkin tak terganti Ini pula bukan sekedar kata untuk para manusia yang tak punya logika yang mengedepankan hati Aku mulai dari sini …

+ Read More

Aku, diriku dan kesemuanya

Aku, diriku dan kesemuanya

Dalam sajakmu ia hidup Dalam baitmu ia menunggu Ia tertulis sebagai rindu Namun terbaca sebagai sendu Berselimut waktu bertilam pilu Perlahan menjadi debu masalalu Siapa? Aku, diriku dan kesemuanya

Puisi: Koran Pagi

Puisi: Koran Pagi

Koran Pagi : Mahadir Mohammed Di muka halaman koran pagi Kuseruput tajuk berita tentang korupsi Ditemani secangkir kopi Kubaca hikmat tanpa mencaci Tajuk berita: “Korupsi Budaya Para Politisi” Pembuka berita: Di tengah krisis dan pandemi, korupsi seperti jalan pasti tanpa kompromi. Isi berita: “Inilah manusia! Tidak ada yang sempurna seutuhnya dalam bekerja, kesempurnaan hanya milik …

+ Read More