Bambu Darah Siapa ?

Bambu Darah Siapa ?

Ini darah siapa?

Berbau amis menusuk hidung !

Itu bambu siapa ?

Bambu patah tiada bertuan !

 

Ini, itu kami !

Kami yang terbaring membiru

Diantara desingan peluru 

Tak berdaya dihantam dari segala penjuru

 

Tak pedihkah kau melihat janda kami ?

Yang kami tinggal !

Yang kami tinggal bertempur siang hari ?

Tak pedihkah kau melihat teman kami ?

Yang dihina !

Yang dicaci para kompeni

 

Kami yang berbisik dalam duka mati muda !

Dada rasa sesak dan jam pun berdetak

Tak perlu tersedu, mengaduh, dan malu

Tak perlu tersedu, mengaduh, dan malu !

Kami tinggal tulang, wahai dungu !

 

Bangkai ku memang sudah membusuk

Tapi semangatku kian merasuk !

Tapi kami tinggal tulang, kaulah yang temukan nilainya

Kenang, ingatlah kami

 

Lucky Pradana, Murid SMA yang mempunyai pikiran idealis namun puitis, Percaya bahwa kata – kata lebih tajam daripada pedang, Tampang dominan otak kiri namun aslinya mempunyai bakat di bidang permainan diksi dan puisi.

Bagaimana pendapat anda?

%d bloggers like this: