Category: Bahasa

Resensi Buku – Iaku, Buku Puisi Ari Kpin

Resensi Buku – Iaku, Buku Puisi Ari Kpin

MENGENAL SUDUT PANDANG, MERABA KEHIDUPAN LEWAT IAKU “Memainkan not yang salah bukanlah hal yang fatal. Bermain tanpa hasrat, itu baru tak termaafkan.” Begitu kata Ludwig Van Beethoven, seorang komposer dari Jerman. Seperti yang diketahui, sekarang di Indonesia tidak banyak penyair yang menonjol dengan cara pembawaan pembacaan puisinya. Yari Jomantara atau akrab disapa Ari Kpin muncul …

+ Read More

RESENSI BUKU – PENGEMBANGAN MANAJEMEN PESANTREN DI TENGAH ARUS MODERNISASI

RESENSI BUKU – PENGEMBANGAN MANAJEMEN PESANTREN DI TENGAH ARUS MODERNISASI

Oleh : Fadh ahmad arifan M.Ag *Penulis adalah alumnus Studi ilmu agama Islam di Pascasarjana UIN Malang   Jelang lebaran 1439 H, saya memperoleh Parcel buku berjudul “Manajemen kelembagaan pondok pesantren: strategi dan pengembangan di tengah Modernisasi pendidikan” (Pustaka ilmu, 2017). Buku ini diangkat dari disertasi Dr. Muhammad ali anwar M.Pd.I. Penulis adalah alumnus prodi …

+ Read More

Cerpen – Pulau Nelayan

Cerpen – Pulau Nelayan

Oleh : Apriadi*   Membuka mata dari tidur yang hanya sebentar ini membuat mataku sedikit merasa perih. Kilauan sinar mentari masuk melalui lubang-lubang dinding anyaman bambu kamarku. Memang rumah kami dindingnya terbuat dari anyaman bambu yang aku ingat sendiri waktu itu tiap setahun sekali ayah menggantinya dengan anyaman bambu yang baru. Ayah mengerjakannya disela-sela aktifitasnya …

+ Read More

Dongeng sebagai Media Parenting

Dongeng sebagai Media Parenting

Vanessha Afifah G “Dunia anak adalah dunia imajinasi. Dengan daya imajinasi yang masih kuat itulah kita bisa mengarahkan imajinasi mereka kearah yang lebih positif lewat dongeng terbaik.” Pada zaman modern yang serba canggih seperti sekarang ini, di Indonesia dan banyak negara lainnya, sudah sedikit sekali anak-anak yang membaca atau mengenal dongeng. Begitu pula sudah jarang …

+ Read More

Jodohnya Sunyi

Jodohnya Sunyi

Gadis itu terpekur Menghitung waktu tak terukur Sekata dua kata ia melindur Yakin hati tidak tertidur Ibunya masuk menegur Dikatanya telah siap bubur Dagu sang dewita terlantur Hanya terangguk tanpa tutur Terpekur, ia kembali ke kata sepi Dipikirnya kapan hidupnya rapi Tiada teman mengisi hati Sangsi pula cinta yang menanti “Sendiri, dia akan berakhir sendiri,” …

+ Read More