Cerita Warung Kopi

Cerita Warung Kopi

Cerita Warung Kopi

Menatapi tebing cangkir kopi mengumal luka yang kita reguk berawal dari hangat sampai ampas yang dipersunting waktu
Di meja menunggu cerita dan kisah lepuh di asapi kenangan
Kita telah telusuri lingkar bibir cangkir mencari titik awal kalimat puisi itu
Yang mengisah sebentar saja kebenaran.
Tetapi meja kecil bergurat catatan serat kayu yang menahan beban usia
Menjadikan kita menuang tabah dalam sandiwara yang tak sungguh terperankan
keterbatasan di balik ijazah yang lama tak pernah lagi di baca

Katamu negeri ini aneh, rupanya.
Sungguh kita telah mengerjakan hikayat yang menyayat cerita rakyat.
Politik dan budaya kehilangan busana
Bukankah kita hanya menyusun kata tanpa pernah sempat dibukukan atau diliput media
Suatu saat meja ini tak lagi kuasa menahat panasnya cangkir kopi, dan getarmu tak lagi bisa bersendawa
Setidaknya kita pernah membangun cerita
Mencintai negara dengan cara kita

Bandung, Maret 2020

Bagaimana pendapat anda?

%d bloggers like this: