Mewariskan sengketa

Mewariskan sengketa

Rizal De Loesie

Hidup itu berjalan sejak subuh tumbuh di kelopak azan
Dan embun yang mencumbui pucuk daun
Langkah bermuassal, mengikuti aliran ridha Tuahan
Pelataran di bawah tangkai langit dihembus serayu manja
Maka menebarlah benih kebaikan
Senantiasa bersyukur sepanjang sajjadah waktu
Yang masih terjela.

Tuhan memberi jalan, kalimah menunjuk arah
Ikuti segala sunnah.
Kita memberi dan berbagi. Lapangkan jalan rida illahi
Mudahkan beban dipundak yang tersoak
Hidup hanyalah menghentikan malam dengan sepenggal letih
Untuk menjadi berarti

Hanya sepenggal saja, sesuap nasi yang benar sama kita nikmati
Selebihnya kita menggurat angan yang disebut ingin
Jika tak lebih tipuan mata penyebab buta
Buta hati. Buta jiwa dan lupa pada Nya
Pada semesta yang telah mengajari untuk saling mengisi
Engkau belum akan mati jika hanya berbagi sepotong roti
Tetapi detak nadimu akan tersekat bila tuhan
Menyeru tangan malaikat

Padamu yang amat mahir menulis angka.
Penjumahan perkalian dan lupa membagi.
Setiap berbagi tuhan akan melipat gandakan sepuluh kali
Atas segala keikhlasan semesta di tangan kananmu
Tanganmu yang mengucurkan benih peluh, benih doa mereka

Masihkah kau merasa tuhan tak mengajarimu
Hingga segala rupa hanya padamu semata
Tak ada pengampunan untuk menunda waktu
Dan kau tak membawa apa-apa.
Selain mewariskan sengketa

Bandung, 2020

Bagaimana pendapat anda?

%d bloggers like this: