(Puisi) lelaki absurd dan wanita normal

(Puisi) lelaki absurd dan wanita normal

…dalam hal lain dia hanya disibukkan untuk mengerjakan sesuatu agar orang lain senang,
tapi dalam sastra, dia berbalik total, menyenangkan dirinya sendiri,
jangan berharap kau akan bisa hanya sekedar menyapanya, dia tak mengenalimu apalagi mempedulikanmu,
kalaupun ada yang mampu mengusiknya untuk diajak berkelit kata, dialah masalalu…

masalalu? masalalu seperti apa yang kau maksud?
apakah dia mempunyai masalalu?

masalalu baginya bukan sekedar totalitas peristiwa yang berbatas waktu, dia sekaligus mampu untuk menguncinya dalam bingkai rajutan suka dan balutan duka, kau tahu kuncinya di mana?
tawa dan airmata telah melebur di dalamnya,
dia merdeka dengan masalalunya, kau takkan mampu menyentuhnya.

apakah kau sedang menceritakan lelaki absurd?
atau kau sedang menceritakan wanita normal?

jika dia lelaki kau tak akan sanggup untuk membencinya,
jika dia wanita kau tak punya alasan untuk mencintainya.

Segara Picisan, pinggiran kota tanpa kecemasan, pekan kedua october 2021

Bagaimana pendapat anda?

%d bloggers like this: