Tag: Puisi Eksperimental

Saboteur

Saboteur

Jika masker dan hand sanitizer tak lagi utama dan negara tak lagi melarang mudik dengan delik dan gimik dan korporat tak menunda tunjangan hari raya dan ketupat sudah kau buat dengan sepenuh rindu aku hanya ingin memelukmu dan mereguk bibirmu tanpa terganjal keganjilan moralitas dan absurditas khas negara dunia ketiga. (Bogor, 2021)

Dia yang Tidak Akan Pernah Kembali

Dia yang Tidak Akan Pernah Kembali

Puisimu itu tidak akan pernah terbaca, karena sesungguhnya kamu hanya ingin menangisi dirimu sendiri. Dia ingin bercengkarama di pantai sembari berguling-guling di atas pasir, bersama debur ombak sembari menunggu senja yang berkilauan. Sedang matahari yang masih saja menyinari bumi, menunggu gelap, berharap dapat memeluk bulan. Dia yang tidak akan pernah tahu betapa sakitnya merindu. Dia, …

+ Read More