Tag: Rizal De Loesie

YANG PALING DEKAT

YANG PALING DEKAT

YANG PALING DEKAT Rizal De Loesie Yang terdekat hanyalah kematian Kembali ke tanah tempat bermuasal Betapa langkah-langkah mengatur jarak Sebenar jarak hanyalah sedetak nafas Segala ambisi yang membakar nurani Mempertontonkan benih kemunafikan, Di atas doa-doa orang lemah Masih terlalu banyak kekeruhan air yang kita minum Masih ada rezki makhluk lain di piring makan kita Menyisih …

+ Read More

Mewariskan sengketa

Mewariskan sengketa

Rizal De Loesie Hidup itu berjalan sejak subuh tumbuh di kelopak azan Dan embun yang mencumbui pucuk daun Langkah bermuassal, mengikuti aliran ridha Tuahan Pelataran di bawah tangkai langit dihembus serayu manja Maka menebarlah benih kebaikan Senantiasa bersyukur sepanjang sajjadah waktu Yang masih terjela. Tuhan memberi jalan, kalimah menunjuk arah Ikuti segala sunnah. Kita memberi …

+ Read More

Saksi Kepergian

Saksi Kepergian

Saksi Kepergian Rizal De Loesie Malam melipat suara jangkrik, di luar pasti dingin sekali. Hujan telah puas membasuh kenistaan yang melekat pada pohon, pada pagar-pagar tinggi rumah. Dan sebagian pada hati yang masih terbalut dengki. Karena hati sering menjadi benih menumbuhkan pertentangan, menyuburkan kebencian, dan patah. Ruangan ini tanpa raung, hanya sunyi bergelimpangan di meja, …

+ Read More

Puisi-Puisi Rizal De Loesie

Puisi-Puisi Rizal De Loesie

Puisi Perempuan Bermata Sipit Rizal De Loesie Siur angin pada rambutmu Adalah puisi Kutitip sebilah senja di bola matamu Nanti tiba jua masa Kulayarkan diksi Agar kau benar hidup Dalam puisi Engkau, Perempuan bermata sipit Puisi kujerang dihangat tubuhmu Karena puisi tanpa mu Adalah sia-sia merindu Bandung, 2020 Rindu Ditandai Rizal DeLoesie Dalam ranum purnama, …

+ Read More

Bangku Trotoar Jalan Braga

Bangku Trotoar Jalan Braga

Bangku Trotoar Jalan Bra * Kembali ku datangi Bangku yang pernah berkisah tentang mu Di selasar rel-rel yang tak bertaut ujung Seperti rindu menggilai temu Bangku ini melipat sepi di kaki-kakinya Saksi langit mencatat ratusan kalimat Yang kupuisikan seperih jiwa kau beranjak pergi bersama embun nan lepuh * Aku memandu kesendirian Dalam cengkeram diam yang …

+ Read More