Esai “Merajalelanya Akronim Gaul” Karya Rizka Farahiya

Artikel kali ini, kami akan menayangkan salah satu kiriman dari pembaca kami dari Universitas Indonesia, Rizka Farahiya. Selamat menikmati. Continue reading

Posted in Bahasa | Tagged , , | Leave a comment

Sekilas Tentang Genre Fiksi Metropop

Ketika kita berjalan-jalan di toko buku pada zaman sekarang, mungkin kita akan seringkali menemukan buku-buku yang disebut dengan jenis metropop. Bagi sebagian orang, tentu saja genre ini terkesan asing dan serba baru. Karena itu, pada tulisan kali ini, kami akan membahas tentang genre fiksi metropop. Continue reading

Posted in Sastra | Tagged , , , , , , , , | 1 Comment

Resensi Buku “Autumn Once More” dari Ilana Tan, Ika Natassa, Aliazalea, dkk

Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas tentang salah satu buku manis terbitan Gramedia (Gramedia Pustaka Utama) yang berjudul Autumn Once More. Kumpulan kisah cantik nan lirih menggoda hati dengan genre metropop yang kental. Buku ini akan mengajak kita merasakan getar cinta yang tidak semestinya ada. Continue reading

Posted in Buku | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Cerpen “Permulaanku Dengan Waktu” Karya Ariqy Raihan

Kisah dengan nuansa hitam yang berbalut kecintaan pada Tuhan coba ditelurkan oleh Ariqy Raihan pada Cerpen yang dikirimkannya untuk Sastranesia ini. Tentu saja, ada sedikit bumbu cinta yang menyertainya, sehingga kita tahu, jauh dalam lubuk hatinya, pengarang sedang jatuh cinta. Entah dengan Tuhan, entah dengan wanita di seberang layar monitornya. Pada akhirnya, kita akan dimanjakan dengan pilihan diksi gemulai nan aduhai dari Ariqy. Sahabat, inilah Cerpen “Permulaanku Dengan Waktu.” Selamat menikmati. Continue reading

Posted in Cerpen | Tagged , , | Leave a comment

Puisi Sajak Subuh dari Rizki Wibisono (Wibi)

Dalam setiap puisi, selalu ada energi yang menyertainya. Energi ini, konon akan menjadi sumber dari terpilihnya kata demi kata yang terangkai ke dalam sebuah puisi kita. Begitu juga yang terjadi dengan Rizki Wibisono atau yang akrab disapa Wibi ini, dia memiliki energi untuk mengetuk pintu hati pembaca, sehingga puisinya pun menjadi berenergi.

Puisi Sajak Subuh dari Wibi ini menjadi buktinya. Bahwa energi penuh amarah di dalam dada, bisa dialirkan menjadi karya yang positif. Selamat menikmati, sahabat. Continue reading

Posted in Puisi | Tagged , , | Leave a comment