[CERPEN] Tanpa Judul

Aku terlahir dari keluarga yang sederhana. Aku mempunyai seorang kakak, ia sudah bekerja sekarang. Aku tinggal bersama nenekku, Ibuku bekerja sebagai PRT di daerah lain. Ayahku meninggalkan kami sejak aku masih kecil, ketika kakakku masih TK. Aku dan kakakku terpaut dua setengah tahun. Kami dua saudara yang amat berbeda kakakku lebih gaul, ia mempunyai kulit yang lebih cerah daripada aku, ia juga mudah bergaul dan banyak dikenal orang. Berbeda dengan diriku aku mempunyai kulit yang lebih gelap darinya, aku juga mempunyai kumis tipis di atas bibirku dan itu membuat aku tidak percaya diri. Aku juga dikenal pemalu oleh sebagian orang sehingga aku juga mempunyai teman yang lebih sedikit. Ya beginilah aku. Sekarang aku sudah duduk kelas 3 SMK, dan sudah menjalani UN kini saatnya menunggu pengumuman kelulusan. Continue reading

Posted in Cerpen | Tagged , , | Leave a comment

CARA MELESTARIKAN BUDAYA SENI REOG MELALUI MEDIA SOSIAL

Belakangan ini pemerintah sudah mulai gencar melakukan usaha agar kebudayaan kita dikenal oleh dunia luas, dan dapat diakui oleh seluruh dunia bahwa banyak kebudayaan yang Indonesia miliki, sekarang tinggal bagaimana kita sebagai orang Indonesia ikut membantu usaha yang telah dilakukan pemerintah. Continue reading

Posted in Sastra | Tagged | Leave a comment

Kumpulan Puisi Karya Fadh, Oktavia, dan Van Alif

TAKKAN DIPENJARA

Oleh : Fadh ahmad arifan
*Penulis tinggal di kota Malang, kini mengajar di MTs Muhammadiyah 2 Malang. 

Ibukota punya 2 agenda
Sambut kedatangan wapres Amerika
Dan juga persidangan Terdakwa
Terdakwa pelecehan surah al-Maidah

Sidang pembacaan tuntutan sempat ditunda  Continue reading

Posted in Puisi | Tagged | Leave a comment

Cerpen “Selamat Pagi, Proposal Skripsi” karya Dito Aditia

Selamat Pagi, Proposal Skripsi

Karya : Dito Aditia

Kamis, 12 Maret 2015. Matahari bersinar begitu cerahnya, meski awan mendung bereuni di ufuk barat. Fito, seorang mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya Malang baru terbangun dari tidur lelapnya. Ia menempati sebuah rumah kos yang sederhana di kawasan Sumbersari, Malang. Tentu saja, adzan shubuh hanya berlalu di telinga kanan kirinya. Maklum, begadang karena mengerjakan skripsi jadi alasan. Tapi yang jelas, Allah melalui malaikat-Nya mungkin telah menggoreskan noda hitam di catatan amalnya, meskipun Fito bisa beralasan seribu kata kepada teman teman kosnya mengapa ia tak sholat shubuh. Proposal skripsi yang tak kunjung disetujui oleh dosen pembimbingnya membuatnya sedikit lelah untuk ke kampus, sudah 4 bulan ini Fito bercengkrama dengan laptop demi menuntaskan proposal skripsi. Belum beranjak dari tempat tidur untuk mandi, Hp smartphonenya sudah berdering, Sebuah telepon dari temannya, Roni.

Continue reading

Posted in Cerpen | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Kumpulan Puisi Rezza, Van Alif, dan Ramdani Rizki

Busuk

Busuk. Dirimu meradang kawan.

Aku sudah kali cakap, tubuhmu jangan terlalu enak dimamah.

Hancur rupa kau. Busuk.

Pagi saja sudi tunggu malam mengantuk. Kau siapa yang berani memaki tuhan?

Diriku bukan penyair jalang atau kata-kata

Tapi ditubuhku puisi ada berjuta.

Continue reading

Posted in Puisi | Tagged , | Leave a comment