Arti Kata Subversi dan Subversif

Bahasa Indonesia memang bahasa yang masih hijau dan muda. Usianya belum lah selama bahasa-bahasa lain yang sudah lebih dulu ada, seperti bahasa daerah misalnya. Bahasa Indonesia baru lahir di tahun 1928, ketika sumpah pemuda. Bahkan, ketika lahir itu, orang masih belum bisa merumuskan dengan detail bagaimana sebenarnya bahasa Indonesia itu.

Sebagai bahasa yang baru dan masih perlu pengembangan, bahasa Indonesia terus mengalami perubahan. Jika dulu kita menggunakan kata yang bercampur seperti: penulisan huruf ‘C’ diganti dengan ‘TJ’. Contoh: Dulu ‘Tjinta’ sekarang menjadi ‘Cinta’. Ataupuan penulisan huruf ‘U’ menggunakan ‘OE’. Contoh: Dulu ‘Soerat’ sekarang menjadi ‘Surat’. Continue reading

Posted in Kamus | Tagged , , | 1 Comment

Arti Kata Tirani

Di tahun 2014 ini, sekali lagi kita disibukkan dengan hingar-bingar pesta demokrasi yang melanda negeri ini. Dana trilyunan dikeluarkan untuk menyambut pesta ini. Dimulai dari masa kampanye pada Maret lalu, sekarang kita menuju pada puncak acara: pemilihan presiden 2014 yang tentu saja menegangkan.

Membahas tentang pemilu, artinya kita membicarakan pemerintahan dan politik. Dua buah kata yang sebenarnya bagi banyak orang dianggap tidak penting, tapi harus dilakukan. Ya, di Indonesia ini banyak sekali orang yang terang-terangan membenci politik. Namun, sebesar apapun rasa bencinya, tetap saja mereka tak dapat memungkiri, politik itu penting.  Continue reading

Posted in Kamus | Tagged , , , , , , | 1 Comment

Purnama yang tak Nampak

Seharusnya aku tak melakukan ini. Seharusnya, aku bahkan tak berniat untuk melakukan ini. Seharusnya, aku berdiam diri dan menikmati malam ini dengan melihat bulan yang selalu menemani malam sepiku. Namun, kakiku seolah bergerak sendiri. Kakiku seolah melawan kehendakku. Hingga akhirnya aku sampai di depan kamar Rizky, sahabatku yang juga merupakan tetangga kamarku. Aku tidak mau melakukan ini.

“Hai Rizky, kamu lagi apa?” Mulutku berkata tanpa kusuruh.

“Gag lagi ngapa-ngapain. Kenapa?” Balas Rizky datar. Aku tahu dia berbohong. Dia terus menatap layar laptop dengan serius. Aku tahu dia sedang sibuk dengan skripsinya yang bulan ini harus segera selesai. Aku tahu dia tak ada waktu untuk sekedar berbicara denganku. Sudah kubilang, aku seharusnya tidak melakukan ini. Continue reading

Posted in Cerpen | Tagged , , , | Leave a comment

Lomba Menulis Novel Berhadiah Jalan-jalan ke Lombok (DL 15 September 2014)

Bagi para penulis yang senang berpetualang dan ingin menerbitkan novel, Diva Press mengadakan lomba menulis yang mungkin ingin anda ikuti. Sebuah lomba menulis novel 200-300 halaman dengan tema cinta dan inspirasi yang berlatar belakang daerah nusantara.

Lomba ini meminta unsur kearifan lokal di dalamnya, dan mengajak penulis untuk memanfaatkannya sebagai senjata guna memperindah novelnya.

Informasi berikut kami sadur sepenuhnya dari blog CEO Diva Press, Edi Akhiles. Selamat berlomba! Continue reading

Posted in Sastra | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Puisi “Bunga dan Tembok” Karya Wiji Thukul

Masih dalam edisi spesial kisah Wiji Thukul. Setelah kami membahas tentang puisi “Peringatan“, “Nyanyian Akar Rumput“, dan “Jalan Slamet Riyadi Solo“. Kali ini kami akan membahas tentang puisi terkenal lainnya dari Thukul. Puisi itu adalah: Bunga dan Tembok.

Tentu, sama seperti puisi-puisi terdahulunya, suara lantang dan penuh keberanian masih terlihat jelas di puisi ini. Puisi yang dibuat pada tahun 1987-1988 ini adalah sebuah potret menarik tentang pandangan seorang Thukul terhadap pembangunan yang digalakkan pemerintah. Continue reading

Posted in Puisi | Tagged , , , , | Leave a comment