Cerpen “Wahyu Tumiba” Karya Fajar Laksana

WAHYU TUMIBA

Oleh Fajar Laksana

Continue reading

Posted in Cerpen | Tagged , , , , | Leave a comment

“Terbakarnya Buku Amal” Dan Kumpulan Puisi Lain Dari Rizki Ramdani

IBU KOTA KATANYA.

RIZKI RAMDANI

Continue reading

Posted in Puisi | Tagged , , | Leave a comment

“Sekuntum Budak” dan Kumpulan Puisi Lainnya dari Mikhael Wora

*PUISI-PUISI MIKHAEL WORA

 

Continue reading

Posted in Puisi | Tagged , , | Leave a comment

[PROSA] DIAM

Oleh: Leonardo Marboen

Tiada kehendak   memegahkan diri menawarkan hati saat kehampaan mendera. Titipan pesan tak berbalas, bak bertepuk sebelah tangan, walau diam itu tetaplah memiliki arti. Berharap  ujaran sebait kata lebih berarti  saat membendung sunyi. Kala kata itu tak lagi dijawab kata, maka hampa membelenggu raga. Diam seribu bahasa, penuh tanya ,sementara untaian   sajak-sajaknya mengajak hasrat ucapkan salam dari nun jauh. Sajaknya mewakili  sukma  yang terhempas  gelombang di lautan kehidupan fana. Rangkaian kata-kata indah beralaskan  kesetiaan , seolah  tegar tapi rapuh. Dari sajaknya  tersirat makna akan perihnya  dan  mengajak  hasrat hati kenalkan diri  berbait sajak dan prosa.

Continue reading

Posted in Sastra | Tagged , , | Leave a comment

“Puisi yang Bertengger dan Menetap” Serta Kumpulan Puisi Lainnya

SAJAK BANGSA  TERLUKA

Oleh: Leo Marboen

Anak-anak bangsa berseteru saat mereka berebut kekuasaan

Continue reading

Posted in Puisi | Tagged , , | Leave a comment